Iran Sepelekan Serangan Israel, Sebut Tembakan IDF ke Isfahan Tak Picu Kerusakan Besar

TRIBUNNEWS.COM – Media pemerintah Iran memberitakan bahwa serangan Israel di kota Isfahan tidak berbahaya.

Kabar ini muncul setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) meluncurkan tiga rudal drone ke Isfahan yang merupakan pusat fasilitas nuklir.

“Setelah beberapa ledakan terdengar di dekat pusat kota Isfahan, laporan menyebutkan bahwa tidak ada kerusakan atau ledakan besar akibat dampak ancaman udara tersebut,” kata Panglima Angkatan Darat Iran Jenderal Abdolrahim Mousavi, dikutip APNews.

“Serangan Israel tidak berdampak pada fasilitas nuklir strategis Iran di kota barat Isfahan di Ghahjaworstan,” tambahnya.

Menanggapi serangan Israel, pejabat Iran mengatakan bahwa serangan Israel bukanlah roket, melainkan drone kecil yang dilakukan oleh tentara Iran.

“Tidak ada tembakan roket saat ini, ledakan yang terdengar di dekat pusat kota Isfahan disebabkan oleh puing-puing roket yang ditembakkan,” kata polisi Iran. Iran berencana menyerang Israel

Untuk mencegah serangan lebih lanjut dari Israel, otoritas Iran mulai membuka sistem pertahanan udaranya di wilayah yang luas, guna mencegah serangan udara musuh seperti rudal, tembakan obat-obatan dan mortir memasuki wilayah udara Iran. “Sistem pertahanan udara Iran telah dibuka di wilayah udara beberapa negara,” kata kantor berita Iran, IRNA. Selain itu, Iran juga menempatkan personel Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Suriah pasca ancaman serangan Israel. Beberapa anggota IRGC juga mulai melarikan diri dari markasnya, terutama pada malam hari. Hal ini didukung oleh surat kabar Amerika Serikat (AS) The Wall Street Journal (WSJ), mengutip beberapa sumber Suriah dan Iran, yang mengatakan bahwa personel IRGC di beberapa daerah telah dipindahkan ” “Teheran telah mulai mengisolasi petugas dan penasihatnya berbagai wilayah di Suriah, yang sebagian besar adalah anggota Garda Revolusi Iran (IRGC),” ujar para pejabat dan penasihat opini warga Suriah dan Iran, dikutip Al Arabiya. Tanpa ragu melancarkan serangan Israel, tentara Iran mengirimkan bom dan perlindungan udara. untuk skuadron Sukhoi-24. “Kami 100 persen siap di setiap bagian pesawat, baik perlindungan udara maupun pengeboman, siap menyerang,” kata komandan tersebut. Sejarah Perang Israel dengan Iran

Perang antara Iran dan Israel pertama kali terjadi setelah Korps Angkatan Laut IRGC Iran kehilangan tujuh prajurit utamanya, akibat serangan udara jet tempur F-35 terhadap pasukan Israel di Konsulat Iran di Damaskus.

Israel mengatakan serangan di Damaskus tidak menargetkan sebuah bangunan di Iran, melainkan sebuah bangunan di dekatnya yang berfungsi sebagai markas besar Garda Revolusi.

Namun, Iran menganggap serangan mematikan itu telah merusak kemerdekaan negaranya.

Karena itu, IRGC marah dan menolak menempatkan 300 drone dan rudal di wilayah Tel Aviv.

Seminggu setelah serangan itu, Israel menanggapi serangan Iran pada Jumat pagi dengan menembakkan beberapa roket ke pangkalan militer Iran di kota Ghahjaworstan.

Israel berdalih serangan itu dilakukan sebagai respons atas tindakan Iran yang membombardir langit Israel dengan 300 drone dan rudal.

Namun akibat ledakan ini, seluruh penerbangan ke kota-kota besar Iran seperti Teheran, Isfahan, dan Shiraz ditutup.

Penerbangan ke wilayah Barat, Utara, dan Barat Daya telah ditangguhkan untuk saat ini.

(Tribunnews.com / Namira Yunia Lestanti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *