4 Tips Sukses UMKM Go Global, Digitalisasi hingga Rajin Ikut Pameran

TRIBUNNEWS.COM – Menerbangkan pesawat ke luar negeri menjadi dambaan banyak orang

Namun impian tersebut telah diwujudkan oleh banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kini menjadi pemain ekspor di pasar global.

Banyak masyarakat yang terbantu dengan adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI untuk UMKM.

Mulai dari pengembangan bisnis hingga pembuatan bengkel, dilakukan dengan tujuan dan menjamin kualitas produk

Di antara mereka yang diwawancarai Tribun News, beberapa pemangku kepentingan UMKM dengan senang hati berbagi tips berwirausaha dan potensi ekspor.

Berikut rangkumannya: 1. Belajar go digital

Jika ingin mempelajari sesuatu yang baru, seperti penjualan online atau manajemen media sosial, para pebisnis perlu melakukannya sekarang juga.

Eco Arif Muriyanto, pembuat burung menggunakan pipa paralon, berkomentar

Sangkar burung produksi Eco dengan merek Ink Solo telah memasuki pasar ekspor melalui media sosial dan marketplace.

Padahal, dunia digital sangat asing baginya karena ia berjualan suku cadang mobil

“Dulu penjualan burung dilakukan secara lisan, dari sangkar ke sangkar dan kalau harus ke pasar, ke pasar biasa dilakukan dengan depok solo (hewan),” kata Eko yang kami temui di rumahnya. . di kampung Devgan, Mojo Songo, Solo Pemilik Tinta Solo Eco Arif Murianto pamer burung berbahan limbah Palalon (Tribunsolo/Krysna)

Echo kemudian mulai mengikuti pelatihan digitalisasi bisnis yang diselenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Solo.

Dari mempelajari cara menggunakan Facebook pribadi Anda untuk menjual produk Anda, memasarkan ke pasar dan mempromosikan ekspor produk Anda.

Echo merupakan pelaku UMKM “angkatan pertama” yang bergabung dengan Ruma BUMN Solo pada awal tahun 2019.

“Kami punya slogan Rumah Bamun adalah rumah kedua kami,” kata Iko 2. Pemeliharaan Mutu dan Mutu

Desa Nagulambo mengirimkan karya gitar dari lokal ke luar negeri

Filipina dan Yunani adalah tempat pendaratan paling umum untuk gitar nigrumbo gram

Kepada Tribune.com, Kamis (28 Maret 2024), Ketua Asosiasi Klaster Gitar Amana Sumardi mengatakan, 225 perajin terus membuat gitar di Desa Nyorambo.

Selain itu, tantangan dunia digital membuat harga di pasaran semakin kompetitif, meski masyarakat menjual gitar dengan harga ratusan rupee.

Sejak menjadi wirausaha pada tahun 1992, Pak Sumardi mengakui bahwa gitar produksi Desa Nagulambo banyak diminati di pasar lokal maupun internasional. Ketua Asosiasi Cluster Gitar Amana, Bapak Sumardi Sukoharjo (Tribune Solo.com/Krisna) mendemonstrasikan gitar masa depan di rumahnya di desa Nglombo.

Ribuan gitar dapat didistribusikan setiap bulannya oleh ratusan pembuat gitar lokal

Digitalisasi berupa pentingnya peran media sosial akan menjadi tantangan ke depan bagi para pengrajin dan penjual gitar untuk bersaing di pasar.

Di sisi lain, para perajin terus menjaga kualitas konstruksi gitar, sehingga akan terus memberikan dampak positif bagi peminat dan toko musik pada umumnya.

Kualitas menjadi prioritas bagi para perajin gitar di desa Nglombo

Termasuk Sumardi yang rutin memeriksa dan menjamin produk yang diproduksi bebas cacat

Dikatakannya, “Ini menjadi tantangan bagi para perajin gitar desa Nagalambo agar bisa sukses sebagai UMKM untuk terus membuat gitar, apalagi klaster gitar harus tetap dipertahankan.” 3. Meneliti dan menjadi kreatif

Di Desa Wisata Ratan Transang, UMKM Suryanthro memasuki pasar Amerika.

Pada bulan lalu, beberapa kapal mengirimkan berbagai produk Rotan Surya dari Transaan ke Negeri Paman Sam

Rahasia kesuksesan Srinthro terletak pada kemampuan beradaptasi

Adaptasi berarti mampu berkreasi seiring berjalannya waktu

Rabu sore (13/3/2024), ia menyampaikan bahwa desain dan model di dunia furnitur pasti berkembang, sehingga kita perlu membiasakan diri dengan heterogenitas pasar dan berkreasi. Galeri Suryantoro, pemilik Surya Ratna (Tribune Solo/Krisana)

Tak ketinggalan, Surya juga mengaku terus belajar dan memperluas visinya di dunia furnitur global

Dengan begitu Anda bisa menemukan formula terbaik untuk produk masa depan Anda 4. Berpartisipasi aktif dalam pameran

Pelaku UMKM yang aktif secara global adalah Nasrafa Painted Fabrics

Pemiliknya Yanni Mardianto merupakan dalang kepopuleran Nasrafa di dalam dan luar negeri

Kepada Tribun News di Pusat Usaha Kecil dan Menengah (ICM) Semanggi, Sabtu (23 Maret 2024) sore, Paso Kryong, Ng, Solo, Pak Yani berbagi tips suksesnya UMKM.

Pemasaran juga tak kalah penting bagi para pengusaha, termasuk UMKM

Pemasaran membuat suatu produk lebih dikenal dan lebih mudah dibeli, ujarnya

Ia juga aktif mengikuti pameran kerajinan tangan Pemilik Nasrafa Paint Fabrics Yanni Mardianto berfoto dengan cangkir catnya yang dikelilingi produk UMKM (TribunSolo.com/Chrysnha).

Menurut Yani, pameran merupakan ajang pemasaran paling efektif bagi produk seni seperti miliknya

Produk Nasrafa berbeda dengan produk pada umumnya, sehingga perlu pasar yang spesifik, salah satunya pameran, jelas penggemar teater ini.

Selama mengikuti pameran, produk Nasrafa menarik perhatian masyarakat dan dikenal luas.

Kesempatan ini akan dimanfaatkan untuk mengikuti pameran UMKM tingkat nasional dan internasional

Misalnya, Nasarafa menjadi satu-satunya perwakilan UMKM asal Jawa Tengah pada Pameran UMKM Asian Games 2018 yang digelar di Senayan, Jakarta.

Nasarafa juga pernah menjadi peserta pameran besar di Jawa Tengah, termasuk ajang balap MotoGP tahun lalu di Sirkuit Mandalika.

Nasrafa mengikuti tiga pameran internasional 2019 pertama di Manila yang terkenal di Filipina

Tiga tahun kemudian, pada tahun 2022, Nasrafa mengikuti pameran di Osaka, Jepang.

Mulai tahun ini, Nasrafa mengikuti Pameran Indonesia Fair yang diadakan di Osaka, Jepang pada tanggal 24 hingga 30 Mei 2023.

“Kalau saya hitung, kami sudah mengikuti lebih dari 100 pameran baik lokal, regional, nasional, dan internasional,” kata ayah tiga anak ini.

Banyak pelanggan yang tertarik dengan karya tekstil Nasrafa dari pameran ini dan membelinya

Hal ini menjadikan produk Nasrafa semakin internasional Misalnya Singapura, Jepang, Filipina, Thailand, Turki, Amerika, dll

Bahkan setelah mengikuti pameran yang diadakan di Osaka pada tahun 2022, Nasrafa kebanjiran 1 juta yen.

“Selama ini, Nasrafa mengirimkan total 309 potong empat produk, yakni syal lukis, rok dan perut, serta topi goni. Ini pertama kalinya Nasrafa mengekspor dalam jumlah besar.” BRI hadir

Saat ditemui Tribun News di kantornya, Senin (18 Maret 2024), Kepala Cabang BRI Sol Slamet Riyadi, Agang Ali Waibo, mengatakan MRME sedang diberdayakan dan didanai. ke Indonesia

Dijelaskannya, hal tersebut juga merupakan langkah pemberdayaan masyarakat sebagai penopang perekonomian nasional.

Dijelaskannya, ada sekitar 300 UMKM binaan BRI di Kota Solo

“Kami ingin UMKM bisa masuk dalam kategori usaha mikro, kecil, dan menengah dan kami ingin terus mengembangkannya. Apa pun yang bisa dilakukan BRI, saya akan dukung,” ujarnya.

Ia juga mengatakan BRI memberikan fasilitas semaksimal mungkin bagi pembiayaan UMKM yang ingin mengembangkan usahanya.

CEO RO BRI Region Yogyakarta John Sarjono menjelaskan BRI terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan KUR sebagai mitra pemerintah.

Menurutnya BRI RO Yogikar selalu berkomitmen mendukung program pemerintah salah satunya penyaluran kredit KUR dan pada tahun 2023 BRI akan menyalurkan kredit KUR senilai Rp 18,45 triliun kepada total 432.452 peminjam. Mendistribusikan

Berikutnya KUR mikro mencapai Rp 16,46 triliun dengan jumlah peminjam 424.919 peminjam dan KUR kecil mencapai Rp 1,98 triliun dengan jumlah peminjam 7.533 peminjam.

“Pada tahun 2023, porsi kredit KUR terbesar dari penyumbang RO adalah sektor perdagangan sebesar 42,2 persen dari total alokasi KUR, disusul sektor jasa (23,6 persen), pertanian (21,0 persen), dan pengolahan. Sektor industri (11,7 persen), disusul sektor perikanan (1,6 persen), ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (20 Maret 2024).

John Sarzon menjelaskan BRI masih memberikan berbagai peluang bagi para pelaku UMKM yang ingin mengajukan pinjaman modal dan pengembangan usaha.

Beliau mengatakan: “Proses pengajuan KUR BRI sangat sederhana dan memastikan calon peminjam memiliki usaha yang sesuai untuk pinjaman KUR.”

“Bukti kepemilikan usaha peminjam dapat didaftarkan melalui Online Single Submission System (OSS) dan secara terpisah melalui website https://oss.go.id/.

Nasabah kemudian dapat mendaftar di unit kerja terdekat sesuai alamat peminjam

Penanggung jawab akan memeriksa lokasi calon peminjam dan menganalisis potensi usaha calon peminjam.

Beliau mengatakan, “Jika hasil analisa kelayakan peminjam disetujui, maka kredit dapat diberikan di kantor BRI terdekat.

Alur chat pendaftarannya adalah sebagai berikut: Proses Pengajuan Kredit BRI

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *