Tribunnews.com, – Anggaran untuk pengembangan ibukota kepulauan (IKN) di Kalimantan Timur, telah kembali menerima tambahan dari anggaran negara.
Anggaran dibayarkan sehingga pembangunan IKN kontinu dan difokuskan pada prabowo subpetere, sehingga dapat memiliki kantor di IKN pada tahun 2028.
Saat memastikan kemajuan manajemen MPR, IKN, yang akan dibangun oleh kompleks legislatif dan peradilan, juga telah melakukan kunjungan fungsional.
Para pemimpin MPR yang berpartisipasi adalah Ahmad Muzani, Hidaya Nur Wahid, Eddy Dwiyanto Soporno, Etie Baskoro Yudhoyono, AM. Akbar Supratman.
“Kami akan memeriksa kesiapan proses pengembangan negara bagian, eksekutif, legislatif dan administrasi peradilan,” kata Mzani Minggu (26/2025).
Menurut Sekretaris Jenderal Gerindra, Presiden Prabowo saat ini telah memberikan anggaran untuk pengembangan IKN sebesar 48,8 triliun RP.
Anggaran ini harus cukup untuk pembangunan IKN, yang akan mulai bergerak dan bergerak pada tahun 2028.
“Kemajuan pengembangan IKN untuk memantau tujuannya sangat luar biasa. Saya pikir itu cukup bagus, karena itu adalah Tuan Basuki pada pagi hari instalasi IKN berlanjut.
Kepala Otoritas Hadimuljono Ikn Basuki menjelaskan bahwa pengembangan pengembangan IKN terbaru, salah satunya adalah persiapan untuk pengembangan kompleks legislatif dan yudisial dan ekosistem dukungannya.
“Sesuai dengan tujuan Prabowo Subiant pada tahun 2025-2029, untuk menjadikan Ikn sebagai ibukota politik, kami saat ini fokus untuk menyelesaikan kompleks legislatif dan yudisial,” katanya.
Basuki menjelaskan bahwa pembangunan Kantor Menteri masih dalam proses. Saat ini ada tujuh kementerian koordinasi yang telah disiapkan.
“Mari kita lihat menteri koordinasi yang disiapkan secara fisik.
Adapun serangkaian kunjungan ini, Basuki mengundang kelompok untuk berkeliling Tama Kusuma Bangs dan State Palace dan Garuda Palace.
27 Menara Rusun selesai
Konstruksi 27 menara dari total 47 apartemen (apartemen) untuk perangkat sipil (ASN), serta pertahanan dan keselamatan (pertahanan dan keselamatan) di IKN telah selesai dan siap untuk dibuka.
Kementerian Akomodasi dan Pemukiman (PKP) masih akan menyelesaikan 20 menara lagi pada akhir 2025 dengan kemungkinan pemukiman yang lebih cepat di pertengahan tahun.
“27 Torri di IKN siap untuk dibuka,” kata Menteri PKP Maruarar Sihaan di kompleks Gedung Presiden, Jakarta Tengah, dikutip oleh siaran pers pada hari Rabu (22.2.2025).
27 Menara yang selesai, lalu menunggu proses pengiriman.
Ara, julukan Maruara, melaporkan kepala otoritas ibukota kepulauan (Oikn) Basuki Hadimuljono.
“Saya bilang untuk dikirim karena kami selesai. 27 menara telah selesai, yang juga menjalankan 20 menara,” katanya.
Untuk informasi, pembangunan 47 menara dibagi menjadi enam paket kerja.
Enam paket kerja terdiri dari paket ASN 1 Flats yang terdiri dari 9 menara, paket 2 menara ASN dari 2 hingga 8 bangunan datar dan paket konstruksi datar ASN 3 adalah 6 menara.
Selain itu, konstruksi datar Paket 4 ASN adalah 8 menara, pembangunan hidangan 5 -paspampres Paspampres adalah 9 menara dan paket 6 pelatih dan bin hingga 7 menara.
Selain pembangunan Ara Torre Ara, pemerintah juga telah menegaskan bahwa pemerintah juga telah menyelesaikan pembangunan 36 rumah menteri.
“Kami akan melaporkannya ke IKN, Kementerian PKP juga telah menyelesaikan pembangunan Kantor Menteri dan juga siap untuk dibuka,” katanya.