Orang Tua Cemas Jika Mary Jane Veloso Pulang ke Filipina, Kenapa?

Courtews.com -Mary Jane Bikoso, seorang tahanan yang dijatuhi hukuman orang Indonesia, akan segera pindah ke Filipina, tanah airnya.

Meskipun Mary Jane puas dengan berita punggungnya, orang tuanya benar -benar merasakan kecemasan akan keselamatan anak -anaknya di Filipina.

Sebelumnya, Mary Jane menghubungi rencana kembalinya ke kedutaan Filipina.

Mary Jane juga berterima kasih kepada siapa pun yang mencoba kembali ke Filipina, termasuk presiden Filipina dan Indonesia.

Mary Jane berharap keluarganya dapat bergabung pada saat yang sulit di penjara. Mengapa Mary Jane khawatir?

Meskipun Mary Jane senang, ibunya, Celia Biko, benar -benar kesal dengan keselamatan putranya setelah kembali ke Filipina.

Selia mengatakan mereka merasa lebih aman dalam perawatan Mary Jane di Indonesia daripada ketika dia kembali ke Filipina, yang menganggap mereka berbahaya.

Demikian pula, Mary merasa khawatir tentang putranya, César Bicoso, dengan ayah Jane.

Keluarga Mary Jane khawatir tentang kemungkinan balas dendam bahwa persatuan putranya akan datang dalam kasus putranya. Kapan rencana transfer Mary Jane?

Menurut Menteri Hukum, Hak Asasi Manusia, Emigrasi dan Koordinasi, Yusril Ihza Mahendra, proses pemindahan Mary Jane direncanakan pada bulan Desember 2024.

Namun, Yusril menekankan bahwa itu bukan dibebaskan, tetapi pemindahan tahanan.

Pemerintah Indonesia setuju untuk memindahkan Mary Jane dengan syarat bahwa Filipina menghormati keputusan Pengadilan Indonesia.

Para tahanan yang dikembalikan akan dijatuhi hukuman hukuman di negara itu sesuai dengan keputusan pengadilan Indonesia. 

Biaya transfer dan keamanan selama perjalanan adalah tanggung jawab pemerintah Filipina. Apa yang terjadi pada kemungkinan kemurnian di Filipina?

Setelah kembali ke Filipina, Presiden Filipina memiliki wewenang untuk memberikan pengampunan atau mengurangi hukuman oleh Mary Jane.

Karena hukuman mati dihapuskan di Filipina, ada kemungkinan bahwa Mary Jane dipindahkan ke pengadilan abadi.

Namun, keputusan itu sepenuhnya ada di tangan Presiden Filipina.

Sebelumnya, presiden Indonesia, Joko Vidodo, menolak menjadi Mary Jane. Konten ini selesai menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *