Nilai Ekspor Udang Indonesia Turun di Januari-September 2024, Apa Saja Pemicunya?

Tulis Laporan Tribunnews.com, Dennis Dustrivan

Tribunnews.com, Jaket -Navigasi dan Memancing (KKP) arus utama menjelaskan inferioritas ekspor udang Indonesia selama Januari -September 2024.

Manajer Pemasaran General Manager untuk meningkatkan kemampuan untuk menangani Sea and Fishing (PDPKP).

“Nilai ekspor Indonesia turun 8,1 % dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023,” kata Erwin di kantor KKP di pusat jaket pada hari Senin (10/28/2024).

Perbandingannya adalah tahun dan Januari-September 2022, karena Erwin berkurang dalam ekspor yang terjadi di tujuan utama pasar udang Indonesia adalah Amerika Serikat.

Erwin mengatakan bahwa “mengurangi ekspor ke Amerika Serikat, yaitu 9,1 persen, Amerika Serikat adalah target utama pasar udang Indonesia dengan 63 persen ekspor udang Indonesia.

Erwin mengatakan pengurangan itu disebabkan oleh klaim untuk respons dan anti -pasar udang beku di Indonesia.

Tuduhan dikirim dalam bentuk petisi dari prosesor ASPA AS (ASPA) pada 25 Oktober 2023.

Erwin menjelaskan bahwa “dalam kasus CVD dan anti -pasar, pasar sangat mempengaruhi negara itu karena ekspor utama udang Indonesia masih tinggi di pasar Amerika Serikat.”

Di masa lalu, Indonesia harus berurusan dengan anti -pasar CVD dan klaim tentang ekspor udang Indonesia ke pasar AS. Klaim ini dikirim ke pemohon kolega AS (ASPA) pada 25 Oktober 2023.

Periode investigasi pasar bekerja dengan memeriksa informasi tentang perdagangan pada 1 Januari 2022-Desember 2022 untuk klaim CVD dengan memeriksa informasi perdagangan untuk periode 1 September 1, 2022-31, 2003.

Produk uji adalah udang beku. (Produk yang tidak rusak atau tanpa kepala, kupas atau jangan kupas dalam ekor atau tanpa ekor usus yang melepaskan atau mentah atau mentah dan dibekukan).

Indonesia telah menunjukkan bahwa itu tidak memberikan subsidi sementara terkait dengan penyelidikan AD dan CVD yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan AS pada 25 Maret 2024.

Departemen Perdagangan AS, yang terlibat dalam penyelidikan pada 23 Mei 2024, membuat keputusan sementara, menyatakan bahwa laba gender FMS adalah 6,3 persen.

Kemudian, dari Amerika Serikat, FMS dan semua eksportir udang Indonesia lainnya berada di bawah tingkat impor 6,3 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *