Tribunnews.com, sebuah bandung- sebagai lembaga yang mendorong para profesional di bidang farmasi, farmasi universitas Indonesia Bandung (STFI) harus memastikan kualitas lulusan sebelum memasuki dunia profesional.
Salah satu faktor yang merupakan indikator kualitas pascasarjana adalah kemampuan untuk memproses secara logis dan menganalisis data sesuai dengan metode yang biasanya dilakukan dalam penelitian.
Untuk mendukung dukungan ini dalam serangkaian kegiatan layanan masyarakat, TV Bandung University telah melakukan pelatihan dukungan di STFI Bandung.
Pelatihan yang berjudul “Meningkatkan Kualitas Kualitas Kesehatan Melalui Kesehatan dan Sampel Besar di STFI” telah selesai untuk mengurangi kesenjangan secara tertulis dan meningkatkan kualitas komunitas akademik STFF dan STFI secara umum.
Materi pelatihan diberikan oleh Dr. Nurvita Trianasari yang berisi berbagai konsep masalah penting dan praktis dalam kaitannya dengan metode penentuan sampel.
Peserta menerima materi tentang cara memastikan sampel yang mewakili populasi untuk menggeneralisasi populasi, bagaimana mengelola penelitian agar efektif pada biaya, waktu dan sumber daya manusia dan mempertahankan penelitian etis untuk dilakukan.
Menurut Dr. Puspita Kennca Sari, presiden kegiatan ini, diciptakan oleh pelatihan ini untuk membantu siswa tahun lalu dalam persiapan pekerjaan mereka.
“Kami berharap bahwa siswa akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis yang lebih baik untuk mendukung penelitian mereka terhadap peneliti baru,” katanya dalam sebuah pernyataan tertulis pada hari Senin (1.1.11. 2010).
Wakil Presiden II. Wakil presiden STFI, Pupung Ismayadi mengungkapkan pentingnya pengetahuan statistik, terutama untuk program studi yang terkait dengan ilmu manusia dalam lingkungan STFI, mengingat bahwa konsentrasi STFI sekarang lebih dalam proses aplikasi dan harapan untuk keberlanjutan program ini yang berlanjut.
Program pelatihan ini menunjukkan keterlibatan University of Telkom di Bandung untuk selalu mendukung kerja sama antar lembaga dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Diharapkan bahwa, dengan peningkatan literasi statistik, terutama ketika pengambilan sampel, akan dapat meningkatkan kemampuan penelitian siswa.