Produks PT Timah Pernah Melonjak Hampir 2 Kali Lipat Saat Kerjasama dengan 5 Smelter Swasta

Laporan Laporan Tribunnews.com

 

Tribunnews.com, Jakarta – Departemen PT Tim TBK, Dian Safitur Expokes Tin Production, hampir dua kali lipat dengan 5 Private Melts Company, dimulai oleh Harvey Moeeis.

Pernyataan itu dimulai ketika jaksa penuntut (Proseder) berupaya mengejar pernyataan berikut tentang apakah itu merupakan peningkatan produksi ketika tim PT berkolaborasi.

Dian juga menjelaskan bahwa peningkatan produksi sedang terjadi, terutama pada tahun 2019, bahwa, pendapat saya, semakin.

“Bisakah dijelaskan bahwa ada peningkatan produksi selama bertahun -tahun setelah kerja sama Anda dengan 5 meleleh?”

“Dari klaim keuangan 2019, ada selungkup yang signifikan,” kata Dian.

Kemudian jaksa penuntut juga memeriksa rincian peningkatan dalam kasus, seperti yang diungkapkan oleh Dian.

Dian kemudian mengatakan bahwa pada tahun 2018 perusahaan hanya dapat menerima metrik Calaena 33 444 ton.

Tetapi setelah satu tahun, produksi BIHI juga meningkat hingga hampir 2 persen. “Pada tahun 2018, produksi logam (TIN) hanya 33 444 ton metrik,” kata Dian.

“Di 2019?” Tanya jaksa penuntut.

“Hasilkan hingga 76 389 metrik ton,” Dianno Dianno.

“Ini berarti hampir semua 200 persen, ya?” Tanya jaksa penuntut.

“Sudah ada selama 2 kali,” kata Dian.

Terkait, jaksa penuntut juga berusaha untuk menentukan apakah proses produksi karena kerja sama dengan meleleh pribadi atau tidak.

“Dipercayai karena kerja sama dengan 5 cairan?” Tanya jaksa penuntut.

“Ya, karena 50 persen dari 50 persen komposisi,” katanya.

Untuk informasi, berdasarkan biaya jaksa penuntut, kerugian keuangan negara karena manajemen timah dalam kasus ini mencapai 300 triliun rp. 

Perhitungan ini didasarkan pada laporan tentang hasil audit keadaan negara bagian timbal dalam angka: PE-52,03 / d5 / 03/2024 dari 28 Mei.

Kerugian negara disebut jaksa penuntut, termasuk kerugian untuk kerja sama untuk pembayaran dengan membayar dengan Calaena. 

Jaksa penuntut juga menyatakan bahwa hilangnya suatu negara menyebabkan kerusakan lingkungan menjadi 271 triliun rp. Ini adalah akibat dari perhitungan ahli lingkungan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *