Nama TribunNews.com -Hendy Kurniawan disebutkan pada hari Kamis (6 Juni 2012) oleh Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto PDIP (KPK).
Ketika dia ingin melakukan eksekutif PDIP (PTIK) melawan Harun Masiku (PTIK) pada tahun 2020, diduga bahwa Hendy telah menghambat eksekutif KPK.
Tindakan pengisian itu dilakukan oleh sekelompok orang yang dipimpin Hendy, terus memegang AKBP.
“Ketika petugas terdakwa melacak dan memimpin, petugas terdakwa disediakan oleh lebih banyak orang atau tim lain yang mencurigai pemohon pemohon di Ptik,” kata kantor hukum KPK Kamis.
“Upaya untuk merebut Harun Masiku dan pemohon tidak dapat melanjutkan karena lima terdakwa ditangkap oleh sekelompok orang di bawah kepemimpinan AKBP Hendy Kurniawan,” lanjutnya.
Jadi, apa pengalaman Kombels Hendy Kurniawan?
Hendy saat ini adalah seorang perwira polisi yang merupakan pemimpin Combs.
Diploma 2000 dari Akademi Kepolisian (AKPOL) di mana ia mengalami penelitian.
Pada 2008, Hendy adalah seorang detektif muda di KPK. Dia melakukan tugas ini sampai 2012.
Hendy kemudian bekerja untuk Departemen Kepolisian Metropolitan Jakarta pada tahun 2016. Kasubdit/Jatanras Ditreskrimum.
Setelah satu tahun di Jakarta Metropolitan Police, Hendy pindah ke Petugas Polisi Karawang pada 2017.
Pada tahun 2018 ia pensiun sebagai kepala Direktur I/Indag Dittipidksus Bareskrim Polri al.
Dia dipindahkan dari polisi nasional ke polisi Wadirs Krimus Banten.
Dia menanamkan posisi yang sama di bangku polisi metropolitan Jakarta pada 2021-2022.
Saat ini, sejak 2022, Kepolisian Regional Kaltara telah menjabat sebagai Direscrimus.
Selama karir polisi, Hendy menangani banyak kasus besar.
Dia berhasil menghancurkan kasus pembunuhan dan mutilasi Java Central Pati, dan ternyata inisial SA bersalah.
Pada 2017, Hendy berurusan dengan insiden penembakan rumah Jazzli Juwani. Ini adalah presiden faksi kongres PKS pada saat itu.
Pada saat itu, rumah Jazzli ditembak jatuh oleh seorang pria yang tidak dikenal.
Selain itu, Hendy dikenal sebagai penjahat atas kejahatan jalanan.
Ini dimulai ketika Karawang menjabat sebagai petugas polisi. Hendy telah menjanjikan RP.
Sebagai imbalan dengan Rs 10 juta, anggota akan disediakan siapa yang dapat menembak penjahat sadis.
Hendy memecat para penjahat secara total karena mereka menentang petugas. Polisi Nasional akan mengikuti Anda
Polisi nasional telah mulai memberikan suara pada sidang Hendy Kruniawan dan pada sidang Hast Christoyant.
Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko, juru bicara Karo untuk Polisi Nasional, mengatakan partainya masih menyelidiki dugaan partisipasi dalam kasus Hasiku Harun.
“Ini sedang dalam proses, dan akan ada salinan nanti atau beberapa yang akan dikirim,” kata Trunoyudo pada hari Jumat (25.07.2012).
Dia kemudian melanjutkan ke Trunoyud, dan polisi nasional memberikan penjelasan yang kuat.
“Tentu saja aku akan memberikannya nanti (secara tertulis),” pungkasnya.
(Tribunnews.com/pravitri retno w/fahmi ramadhan/wahyu aji/choirul arifin/abdi ryanda shakti)