Tribunnews.com – Pengacara Baima Wong, Fahmi Bachmid, menanggapi ruang sidang ke berita perdebatan antara partainya dan Paulo Verhoeven.
Seperti diketahui, Baim Wong dan Paul Verhoeven kemarin (PA) pada hari Rabu (20 November 2014), kemarin (20.11.2024) mengakhiri persidangan pemisahan dari agenda.
Namun, ada nada tinggi ketika kedua bagian didukung dengan jelas sampai terdengar di luar ruang sidang.
Fahmi Bachmid menanggapi itu.
Fahmi juga mengatakan bahwa persidangan itu santai.
“Tes yang biasa adalah bahwa suasananya santai,” kata Fahmi, Kamis (21 November 2014), mengutip YouTube Waswas.
Namun, jika ada perbedaan dalam tes, Fahmi memperkirakan bahwa itu umum dalam proses pemecahan masalah.
“Tetapi jika ada diskusi, karena dalam proses menyelesaikan masalah,” lanjutnya.
Namun, ketika dia merujuk pada apa yang menyebabkan penyebab perdebatan, Fahmi enggan mengungkapkannya.
“Jika ada keputusan, saya akan memberi tahu Anda (diskusi). Ada keputusan nanti,” kata Fahmi.
Pengacara Paulin mengurangi penyebab Baim-Paul selama persidangan ketidaksepakatan
Di sisi lain, pengacara Paula Verhoeven, Alvon Kurnia Palma, mempresentasikan penyebab konflik kliennya dengan Baim Wong di ruang sidang.
Alvon mengatakan diskusi dimulai oleh anak -anak Baim dan Paul.
Alvon membenarkan, Paul sebagai seorang ibu ingin kedua putranya mendapatkan hal -hal yang diperlukan.
“Intinya adalah bahwa sang ibu ingin anak -anak mendapatkan hal -hal yang mereka butuhkan,” kata Alvon, yang melaporkan dengan YouTube Cumicumi pada hari Kamis (11/21/2024). Pada hari Rabu (20.11.2024), Paul Verhoeven menghadiri pertemuan berikutnya oleh Baim Wong di pengadilan keagamaan di Jakarta selatan (PA). (Tribunnews.com/fauzi alamsyah)
Kembali ke ARUD tentang keberadaan perselisihan, Alvon menolak untuk membenarkan.
Dia mengklaim bahwa suara yang terdengar di luar ruangan adalah bagian dari forum dinamisnya.
“Benarkah? Ah tidak (ada perselisihan).” “Ini dinamis dari forum,” katanya.
Selain subjek anak, diskusi juga dipicu oleh bukti Baim.
“Diskusi ini terkait dengan pengenalan bukti, bukti apa, bagaimana buktinya,” lanjutnya.
(Tribunnews.com, Rinanda/Ayu)