5 WNI Ditembak Aparat Malaysia di Selangor: 1 Tewas, Diklaim Melawan saat Korban Lewati Jalur Ilegal

Tibunnews.com – Lima warga negara Indonesia (WNI) adalah korban instrumen Malaysia di Badan Maritim Malaysia (APMM) di Tanjung Rhu Waters, Shanlangor, Malaysia (24/24/2012).

Hasil dari penembakan itu adalah bahwa seorang warga negara Indonesia telah meninggal dan yang lainnya terluka.

Menurut komunikasi antara Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia dan polisi Diraha Malaysia (GRDP), penembakan itu adalah alasan untuk keluar dari lima warga negara Indonesia karena melanggar hukum.

APMM menuntut tindakan atas penembakan itu karena warga negara Indonesia menolak ketika mereka diamankan.

“Dalam hal ini, kedutaan Indonesia meminta konsultasi untuk mengunjungi dewan dan bertemu orang -orang yang terluka,” pernyataan resmi oleh Kementerian Luar Negeri (Kementerian Luar Negeri), Direktur Judha Nugraha, direktur Kewarganegaraan Judha Nugrahaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Kewarganegaraan Judha Nugrahaaaaa Kewarganegaraan Judhaaaaa Judhaaaa Kewarganegaraan Judhaaaaaaaaa Kewarganegaraan Judhaaaaaa Judhaaa Kewarganegaraan Judhaaaa Judhaaa Kewarganegaraan Judhaaaaaaaaa Kewarganegaraan Judhaaaaaaaaaa Kewarganegaraan Judhaaaaaaaa Judhaaa Kewarganegasian Judhaaa , Judha Nugraha. , Minggu (26.01.2012).

Sementara itu, lima warga negara Indonesia itu mati oleh PMI.

Dia juga mengungkapkan kronologi penembakan itu. Lima warga Indonesia ditembak saat berpatroli di APMM pada Jumat pagi.

“Pada waktu itu, Patroli APMM bertugas dan lima imigran Indonesia dikirimkan atau staf,” katanya pada konferensi pers di kantor kelas P2MI South -Jakarta.

Christina juga mengutuk tindakan APMM karena ditahan terlalu banyak. Dia mengatakan bahwa jika lima warga negara Indonesia melanggar aturan, itu akan cukup untuk menangkap lebih dari satu tembakan.

“Sikap kami, Kementerian P2MI, telah mengutuk tindakan atau penggunaan otoritas maritim Malaysia,” katanya.

Sementara itu, menurut Judha Nugraha, direktur pertahanan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia meminta konsultasi untuk mengunjungi dewan dan belajar tentang para korban yang terluka.

Sesuai dengan Christina, Judha curiga bahwa keamanan Malaysia akan terlalu banyak mengambil keuntungan dari kekuatan warga negara Indonesia yang menembak seorang pria hingga mati.

Selain itu, Yehuda menekankan bahwa partainya akan terus memantau kesepakatan.

“Kedutaan besar Indonesia juga mengirimkan tagihan diplomatik untuk mendorong penyelidikan peristiwa tersebut, termasuk kemungkinan kekuatan yang lebih tinggi,” katanya.

“Kuala Lumpur Menteri Luar Negeri dan Kedutaan Besar Indonesia terus memantau masalah otoritas Malaysia dan memberikan bantuan konsuler kepada warga negara Indonesia,” kata Yehuda.

(Tibunnews.com/yohanes Liesesyo pornwoto/rizki sandi saputra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *